Ragam Bulutangkis

Ketegaran Jonatan Menghadapi Covid Yang Menjangkit Seluruh Keluarganya

foto jonatan yang kehilangan saudara kandungnya
foto : ig jonatan christie

Malang bukan kepalang, setelah pertandingan yang melelahkan dari Thailand Jonatan pulang menghadapi kenyataan yang cukup berat bahkan bisa dibilang salah satu fase terberat dalam hidupnya. Pebulutangkis tunggal putra ini harus menghadapi kenyataan bahwa semua anggota keluarganya terinfeksi Covid-19, bahkan ia herus merelakan kepergian satu-satunya saudara kandungnya Ivan Christie, pada 3 Februari 2021.

Pada awalnya Jonatan berharap bisa lolos ke World Tour Finals 2020, namun sayang harapannya pupus. Jonatan memetik hikmah dari kejadian ini, ternyata sang papa sempat mengatakan kalau seandainya Jonatan tidak pulang saat itu, mungkin satu keluarganya tidak akan terselamatkan.



Sepulang dari karantina, Jonatan diberi kabar oleh papanya bahwa kondisi kesehatan kakaknya menurun. Ternyata tak hanya kakaknya, kedua orangtuanya pun mulai berkata ada keluhan, bahkan mama Jonatan merasakan sesak nafas. Jonatan yang mencurigai gejala yang dialami keluarganya, langsung memutuskan untuk test Covid-19 dan ternyata ketiga anggota keluarganya dinyatakan positif.



Beberapa saat mencari rumah sakit, akhirnya kedua orang tua Jonatan harus dirawat di rumah sakit yang berbeda dengan kakaknya. Otomatis Jonatan harus bolak-balik dua rumah sakit yang jaraknya cukup jauh.

“Ini adalah momen yang berat buat saya, tapi saya bersyukur bisa melewati semuanya. Saya tidak akan pernah lupa ketika dokter menanyakan keputusan saya, saat koko dinyatakan gagal organ dan kondisinya terus memburuk. Akhirnya saya ambil keputusan, setelah memohon kepada dokter agar sebelumnya melakukan upaya terbaik,” ujar Jonatan yang dikutip oleh bolalob.


“Di satu sisi, saya harus merahasiakan berita duka ini dari orangtua saya yang juga sedang berjuang melawan Covid-19. Enam hari setelah koko saya meninggal dunia, saya baru berani memberitahukan kepada orangtua, setelah mereka pulang dari rumah sakit, setelah saya memastikan kondisi mereka membaik,” lanjutnya.


Jonatan bercerita bahwa saat itu ia tak hanya berupaya menguatkan dirinya sendiri, namun ia harus berpikir bagaimana caranya ia menguatkan kedua orangtuanya, terutama mamanya.


“Sedih sekali melihat mama saya menangis, saya kuatkan mama saya dan mengatakan bahwa koko sekarang sudah tidak sakit lagi, dia mungkin sudah normal seperti kita semua. Koko tidak mau merepotkan mama lagi, mungkin koko mau mama bisa traveling tanpa harus memikirkan siapa yang jagain koko,” ujar Jonatan soal sang kakak yang berkebutuhan khusus

Meskipun berat, Jonatan berusaha melihat hikmah dari cobaan ini. Jonatan bercerita bahwa saat terkena Covid-19, sang kakak tidak merepotkannya. Jonatan diberitahu dokter bahwa kakaknya butuh suntikan obat paru-paru yang memakan biaya cukup besar. Sedianya tabungan ini akan digunakan Jonatan untuk membangun rumah impiannya pada tahun depan, namun ia merelakan apapun untuk kesembuhan sang kakak.

Namun takdir berkata lain, belum sempat menerima obat tersebut, kakak Jonatan dipanggil Yang Maha Kuasa. Rabu, 3 Februari 2021, sekitar pukul tiga pagi dini hari i, Jonatan mendapat telepon dari rumah sakit kalau kakaknya telah berpulang.



Meskipun Covid-19 telah merenggut anggota keluarganya, namun Jonatan tak mau paranoid. Dia memilih tetap berhati-hati tetapi tidak akan kalah.



“Covid-19 adalah penyakit yang berbahaya, jangan sekali-kali ya nantangin Covid-19 dengan tidak memakai masker dengan benar saat berada di luar rumah. Jangan juga mengucilkan mereka yang pernah sakit Covid-19. Penyakit ini bukan aib, justru mereka butuh dukungan kita untuk sembuh,” sebut peraih medali emas tunggal putra Asian Games 2018 ini.


“Dari pandemi ini kita bisa belajar untuk lebih hidup sehat. Sudah jaga badan belum? Makanannya sehat nggak? Olahraga nggak? Dan kebiasaan memakai masker, jaga jarak dan berjemur itu banyak sekali manfaatnya di masa pandemi ini,” ujar Jonatan.

Akhir pekan lalu Jonatan pun telah kembali ke pelatnas setelah tiga minggu absen tidak mengayunkan raket untuk merawat dan menjaga keluarganya. Sebelum kembali ke pelatnas pun ia sudah menjalani swab PCR serta isolasi mandiri.

Ikuti berita bulutangkis terbaru hanya di sportroom.com

Sumber berita : bolalob.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top