Berita

Jeka Dan Pengalaman Di Special Olympic Championships 2019

Foto: dok. Pribadi

(Bangkok, 19/11/2019)

Ada cerita spesial buat Jeka Wiratama dalam beberapa hari ia datang ke Bangkok, Thailand. Jeka merupakan pemain ganda putra dan campuran, cabang olahraga bulutangkis. Atlet jebolan klub PB Djarum Kudus ini sudah biasa gonta-ganti pasangan di lapangan untuk memperebutkan title juara. Jeka sendiri saat ini mulai ikut melatih di Lions Badminton Club di Kanada.

Tak seperti biasanya, kali ini ia harus berpasangan dengan pemain bulutangkis spesial di ajang Special Olympic Asia Pacific Unified Badminton Championships 2019. 

Turnamen ini memasangkan atlet bulutangkis dengan atlet penyandang cacat intelektual dan baru pertama kali dilaksanakan tahun ini. Tujuannya untuk mendorong atlet penyandang cacat intelektual mampu menampilkan keberanian, semangat dan keterampilannya sebagai bagian dari gerakan global untuk menciptakan perubahan positif dan mendorong inklusi sosial.

Ya. Jeka kali ini berpasangan dengan Mukhammad Ilham Yasmanu. Tampil memukau, keduanya bahkan berhasil meraih gelar juara ganda putra nomor usia 22-29 tahun di sana.

“Pasangan dengan dia (Mukhammad Ilham Yasmanu) ini sebenarnya nggak ada kesulitan. Dia juga ikut sepakbola katanya, serba bisa dia. Saya banyak belajar dari teman-teman di sini. Menjadi lebih bersyukur juga. Karena saya merasa, mereka itu nggak banyak mengeluh. Percaya diri kita saja kalah sama mereka,” ungkap Jeka.

“Target awalnya sih tetep ingin juara. Cuma saya juga harus menyeimbangkan dengan lawan-lawan saya. Saya harus bisa bikin game jadi ramai juga. Jadi nggak harus selalu ingin matiin bola buat cari poin. Respect banget pokoknya sama mereka,” cerita Jeka. 

Keikutsertaan Jeka di turnamen ini rupanya terjadi secara tak sengaja. Ia yang tengah berlibur ke Indonesia di sela kegiatan melatihnya, diminta untuk menggantikan rekannya, Muhammad Revindra Raynaldi yang seharusnya bertanding. Namun secara tiba-tiba, Revindra mengalami sakit.

“Sebenarnya harusnya buka saya yang ikut. Tapi teman saya, Vindra. Pas kebetulan saya lagi liburan ke Indonesia. Akhirnya saya diminta menggantikan karena rekan saya sakit. Temen-temen lain pas ada passportnya yang mati juga. Dan yang dicari yang di atas umur 22 tahun. Jadi akhirnya saya berangkat,” kata Jeka.

“Pengalaman ini tentu sangat berharga buat saya. Saya juga senang karena bisa merasakan pertandingan spesial ini,” lanjut Jeka.

Special Olympic Asia Pacific Unified Badminton Championships 2019 berlangsung pada 14-16 November 2019 lalu, di Hua Mark Indoor Stadium, Bangkok, Thailand.

Indonesia mengirimkan empat pasang pemain. Selain Jeka/Ilham, ada juga Aditya Yishnu Nugroho/Bagas Kristianto Nugroho (ganda putra usia 16-21), Desima Aqmar Syarafina/Lena Karmilasari (ganda putri usia 16-21) dan Ananisa Lilin Pratiwi/Yayu Rahayu (ganda putri usia campuran). Keempat pasangan tersebut berhasil menduduki podium juara. 

Ikuti berita bulutangkis terbaru di Sportroom.id.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top