Seputar Bulutangkis

Hendrawan Urung Melatih Indonesia Karena Covid

Hendrawan Batal Melatih Indonesia Karena Bencana Covid Melanda Dunia

Sportroom.id-Peraih medali Silver Olimpiade Sydney Hendrawan sudah 12 tahun menekuni dunia kepelatihan. Dia menjadi pelatih Tim Nasional Malaysia dan tercatat banyak menghasilkan pemain kelas dunia seperti Lee Chong Wei yang sejak awal dilatihnya.

Perjalanan Hendrawan di Malaysia dimulai pada tahun 2009. Setelah membawa Maria Kristin Yulianti meraih medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008, Hendrawan sudah berkeinginan untuk pindah ke Malaysia, apalagi pihak Malaysia ternyata sudah ‘mengincar’ Hendrawan sejak tahun 2006. 

Namun karena masih harus menunaikan tugas di Indonesia, Hendrawan menolak tawaran dari Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM). Pada tahun 2009 setelah berkonsultasi dengan beberapa insan yang berpengaruh di dunia bulutangkis Indonesia, Hendrawan pun memutuskan untuk menerima tawaran melatih di Malaysia.

“Dulu di PBSI belum ada sistem kontrak pelatih seperti sekarang. Kalau masih dibutuhkan akan jalan terus, tapi kalau tidak, ya selesai. Ini dialami banyak pelatih saat itu, saya belajar dari mereka, saya pikir saya harus memutuskan. Banyak yang bilang saya tidak nasionalis, tapi ya nggak bisa seperti itu juga,” kata Hendrawan kepada Bolalob.

  
Hendrawan pernah kesulitan memperjuangkan status kewarganegaraannya, akhirnya ia mendapat SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) dari presiden Megawati Soekarnoputri. Waktu berjuang di Piala Thomas 1998, Indonesia dalam kondisi memanas dan kerusuhan terjadi di mana-mana. Saat itu ia mendapat tawaran suaka politik dari China, Hong Kong dan Singapura.halaman 2 dari 3

“Tawaran itu saya tolak, meski mereka juga menawarkan saya untuk memboyong keluarga pindah dari Indonesia. Saya jawab, bagaimana pun, Indonesia adalah Tanah Air saya, saya ingin pulang,” ucapnya. 

Hingga saat ini Hendrawan kadang masih mendapat cap tidak nasionalis. Hendrawan beberapa kali diminta untuk kembali ke Indonesia. Setelah berhasil membantu Chong Wei raih medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Chong Wei memohon kepada pemerintah Malaysia agar Hendrawan mendapatkan PR (permanent resident) Malaysia, termasuk untuk istri dan kedua anak Hendrawan. 


Hal ini membuat Hendrawan merasa ingin balas budi dan membantu Chong Wei berlatih sampai ia memutuskan gantung raket. Setelah Chong Wei gantung raket, Hendrawan masih bertahan di Malaysia, hingga pada tahun lalu, ia kembali mendapat tawaran kembali ke Indonesia. 



“Pada November-Desember 2020, saya ditawari balik ke Indonesia untuk jadi salah satu kandidat Kabid Binpres PBSI. Saya sempat mempertimbangkan dan mau menerima, tapi tiba-tiba terjadi pandemi dan akhirnya saya tidak bisa menerima tawaran itu,” ungkap juara dunia tunggal putra tahun 2001 ini.

Hendrawan mengatakan bahwa pandemi covid-19 membuatnya ragu akan bisa bertemu keluarganya yang menetap di Malaysia.

 

“Saya pikir, ini waktunya nggak tepat, akhirnya saya sampaikan ke PBSI. Saya akan kesulitan ketemu keluarga saya di Malaysia. Kalau kembali ke Indonesia mungkin dapat izin, tapi mau masuk lagi ke Malaysia yang nggak gampang, sementara istri dan anak perempuan saya di Malaysia,” sebut peraih medali perak di Olimpiade Sydney 2000 ini.


Kontrak Hendrawan dan BAM berakhir pada 2020 lalu. Saat ini kontrak Hendrawan diperpanjang oleh BAM hingga dua tahun ke depan. 



Hendrawan juga bercerita bahwa sebagai pelatih, ia mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. Jika prestasi pemain binaannya meningkat, ia sering dicap tak nasionalis oleh netizen Indonesia dan diminta kembali melatih di negeri sendiri. Namun ketika prestasi pemainnya menurun, tak jarang ia dapat banyak kritik pedas dari netizen Malaysia. sudah ‘mengincar’ Hendrawan sejak tahun 2006. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top