Berita

Ganda Putra Tetap Latihan Menuju All England

Ganda Putra Indonesia berlatih jelang All England 2021
foto: SPORTROOM

Sportroom.id – 16 hari lagi tim Indonesia akan bertandang ke eropa untuk melakukan beberapa kejuaraan di Eropa. Kejuaraan tersebut adalah Swiss Open 2021 yang akan diselenggarakan pada tanggal 2-7 Maret 2021 dan Yonex All England Open 2021 yang akan diselenggarakan pada tanggal 2- 7 Maret 2021. Tim Indonesia akan menggali

Enam pasangan andalan indonesia untuk kejuaraan Eropa bulan Maret mendatang, termasuk kembalinya pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang gagal berangkat ke . Selain Marcus/Kevin, lima pasangan lainnya adalah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.


Dijelaskan kepala pelatih ganda putra, Herry IP bahwa fokus latihan timnya adalah pengikatan daya tahan otot. “Yang ke Eropa itu kan ada tiga turnamen, Swiss, Jerman, dan All England. Belajar dari Asia Leg kemarin memang kita kekurangan daya tahan ototnya. Jadi program di minggu pertama ini lebih ditekankan kepada peningkatan daya tahan otot, baik tangan maupun kaki,” ucap Herry kepada Humas dan Media PP PBSI, ujar pelatih Naga Api tersebut Kamis (11/2).


Terkait strategi pengiriman, Herry IP menyebutkan bahwa dia memang sengaja memasang tiga pasangan andalan, yaitu Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian hanya untuk dua kejuaraan di Jerman Terbuka Super 300 dan All England.

“Saya memang menurunkan tiga pasangan untuk Jerman dan All England saja, karena kalau ikut ke Swiss juga akan sulit mengatur peak performance-nya. Untuk target di dua turnamen itu juga berbeda. Target utamanya sudah pasti All England. Sementara kalau di Jerman, bahasanya itu target antara. Jadi apapun hasilnya di Jerman ya hanya antara, karena kita atur peak-nya di All England,” jelas Herry.


“Secara persiapan, untuk Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus juga Fajar/Rian menurut saya agak berbeda. Kalau Ahsan/Hendra saya hanya menjaga kondisinya agar tidak ada cedera, peningkatkan mungkin bisa tapi tidak signifikan. Untuk Kevin/Marcus dan Fajar/Rian selain daya tahan, kondisi fisik juga harus ditingkatkan. Marcus/Kevin kan sudah satu tahun tidak bertanding. Jadi perlu untuk kembali merasakan aura pertandingan. Begitu juga Fajar/Rian yang touch-nya sempat hilang, harus segera menemukan kembali. Makanya saya turunkan mereka di Jerman,” tambah pelatih kelahiran Pangkalpinang ini.


Dalam kesempatan yang sama, Herry IP juga menegaskan bahwa dia belum mau memasang target yang terlampau tinggi bagi tiga pasangan muda walau mereka tampil apik di Thailand.

“Leo/Daniel, Pram/Yeremia, dan Bagas/Fikri harusnya belum ada tekanan karena kalahpun tidak ada masalah. Untuk mereka yang terpenting sekarang adalah jam terbang dan menambah pengalaman melawan pemain top dunia. Sehingga saya bisa melihat sejauh mana mereka bisa berkembang. Masih terlalu dini dan terlalu besar lah harapan untuk dipasang target, biar berproses dulu. Bisa main di level atas seperti ini saja sudah bagus, jadi bisa menambah poin dan memperbaiki peringkat,” tegas Herry.


“Tetapi, secara garis besar, pola bermain tiga pasangan muda ini sudah benar, sudah bagus, dan sudah sesuai dengan apa yang saya harapkan walaupun masih banyak yang harus diperbaiki,”

Setelah wawancara ini dilansir panitia German Open 2021 telah membatalkan turnamennya sehingga tur eropa hanya menyisakan Swiss Open 2021 dan All England 2021.

sumber berita: PBSI

Saksikan berita bulutangkis terbaru hanya di sportroom.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top